Pengen Tau Mengapa Bisnis Offline Tetap Harus Memiliki Website?

Zaman terus berkembang. Orang mengatakan saat ini adalah zamannya era digital. Saat ini, setiap orang dapat dengan mudah mengakses internet kapanpun dan di manapun. Bahkan, kemunculan media sosial seperti facebook, twitter dan kawan kawannya berdampak cukup besar pada segala jenis bidang kehidupan, termasuk bisnis. Meskipun pemasaran dan transaksi sebuah bisnis terjadi secara offline, bukan berarti si pemilik bisnis tidak perlu melebarkan pangsa pasarnya ke bisnis dunia maya. Bisnis offline sekalipun tetap harus memiliki media sosial yang dapat diakses dengan internet, misalnya website. Sebagaimana dirilis netpreneur.co.id, sedikitnya ada 5 alasan mengapa bisnis offline harus memiliki website.

Menciptakan kesan seller yang standby 24 jam

Meskipun pemilik bisnis bekerja dan memasarkan produknya secara offline, perlu diingat bahwa konsumen mereka adalah “kalangan online”. Artinya, mereka selalu mengakses internet untuk memenuhi kebutuhan dan keingintahuan mereka.

Melalui website, seller dapat menciptakan kesan bahwa mereka selalu siap menanggapi konsumen yang selalu online tersebut. Meski tidak memasarkan secara online, setidaknya calon buyer dapat memperoleh informasi produk lewat website. Ketika rasa keingintahuan calon buyer telah terjawab, ia akan mengunjungi toko offline milik seller untuk melakukan pembelian.

Berinteraksi secara dua arah dengan buyer

Website memungkinkan buyer untuk menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait produk yang dijual seller. Seller juga bisa memberikan tanggapan terhadap umpan balik daribuyer tersebut. Website menjalin komunikasi dua arah semacam ini.

Selain itu, website membantu seller dalam hal promosi. Seller tidak perlu mengeluarkan biaya cetak brosur atau pamflet untuk mempublikasikan bahwa ia memberikan promosi untuk produk-produk tertentu. Seller hanya perlu mencantumkan keterangan promosi di dalam websitenya. Dengan begitu, seller tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Brand awareness di dunia maya

Brand awareness tidak hanya perlu dilakukan secara offline, namun juga online. Ini dilakukan agar seller dapat mencapai seluas-luasnya pangsa pasar. Jika seller tidak memiliki website, ia tidak akan mampu bersaing dengan kompetitor yang tidak hanya berjualan secara offline, tetapi juga online. Merek atau brand milik seller pun jadi tidak dikenal oleh orang banyak.

Media untuk mengumpulkan testimonial positif

Website memungkinkan para buyer yang pernah bertransaksi untuk memberikan testimonial positif. Rekomendasi buyer seperti komentar positif, share, dan like terhadap satu produk dapat memberikan gambaran kepada calon buyer sebelum melakukan pembelian. Semakin banyak testimonial positif yang dibaca buyer melalui website, semakin besar kemungkinan buyer untuk membeli produk tersebut.

Berbisnis dalam skala global

Website tidak hanya memberikan akses untuk berbisnis secara lokal, namun juga secara nasional, internasional, bahkan global. Kemudahan website untuk diakses dari belahan dunia mana pun memperluas jangkauan pasar milik seller. Bukannya tidak mungkin jikaseller akan mendapatkan permintaan dari buyer yang berasal dari luar negeri setelah membaca website seller.

Why Us?